Kamis, 03 November 2016

"Genap"

-Life must go on with uncertainty condition, as how to we meet with our couple until jannah-

Menemukan dan berusaha menemukan dalam kondisi ketidakpastian
Berusaha menjadi yang terbaik untuk bertemu dengan yang terbaik pula
Berdoa yang terbaik untuk kehidupan bersama yang lebih indah
dengan keberkahan
dengan keridhoan
dengan petunjuk-Nya

Terimakasih untuk buku yang senantiasa menginspirasi untuk dapat menemukan kesempurnaan dari hal-hal yang tidak sempurna
Berusaha menyempurnakan dan menggenapi dengan kelebihan serta kekurangan
Semoga ditunjukkan jalan terbaik untuk bertemu dengannya kelak



Rabu, 19 Oktober 2016

Berproses Mengenali Karakter Berbeda

Lama tidak menuliskan segala hal dalam tulisan. Lama juga tidak bercengkrama dengan kosa kata-kosa kata fiksi yang melukiskan kehidupan. Seiring waktu yang bergulir, seiring pengalaman yang bertambah dan penambahan angka di belakang usia kepala 2, banyak hal yang perlu untuk diplanning-kan. Termasuk rencana ke depan dan akan bersama siapa ke depannya menjalani kehidupan ini.
via: http://www.samdiener.com/2009/12/success-is-for-people-that-dare-to-be-different/

Menengok pengalaman masa lalu dan bertemu dengan banyak orang yang berkarakter berbeda membuat kehidupan lebih berwarna. Berwarna dengan bahasa, ungkapan rasa, dan sikap. Belajar banyak hal dari mereka. Termasuk mengenal orang lain mulai dari sudut pandang yang berbeda. Mengenal mereka tidak hanya dari batas luar yang belum tentu menggambarkan mereka seutuhnya.


Selasa, 20 September 2016

Unforgotten Moment

Halo guys, anak-anak sholeh dari Pondok Pesantren Daraul Quran, Bogor
Tidak terasa, ini pengalaman hampir 1 tahun lalu ya :)
Learn english and share english with you guys, semoga dilancarkan ya dengan cita-citanya masing-masing.
Kebersamaan yang tidak direncanakan bersama adik-adik sholeh


Elfast Program, December 2015-January 2016


Writing Sharing with Gesit Crew

-Latest Post- September, 17th 2016

Berbicara kembali tentang menulis yang menurut saya pribadi lebih ke aktualisasi diri. Hingga sekarangpun, saya masih banyak memikirkan kata-kata yang tepat untuk membuat suatu laporan harian, khususnya yang berhubungan dengan pekerjaan. Menulis memang aktivitas yang menyenangkan untuk saya. Bisa menuangkan segala apa yang ada dalam pikiran, dan langsung memainkan jari-jari saya untuk mengetik di keyboard, itulah momen yang menenangkan. 

Saya bisa menuliskan segala hal. Tapi, saya selalu berusaha memadupadankan dengan irama hati. Ketika menulis sudah memakai rasa, saya rasa segala hal akan berubah lebih mengalir. Saat ini, menulis menjadi bagian dalam aktivitas profesi saya sebagai content writer. Segala hal yang terjadi saat ini dan melengkapi setiap episode saya dalam meniti karir, senantiasa saya coba untuk menerima, ikhlas, dan tak putus asa untuk menjadi lebih baik. Karena itu semua adalah emotional sprit bagi saya sendiri. "Tidak ada yang bisa mengubah nasibmu, kalau bukan kamu sendiri". Hal itulah yang menjadi pedoman saya, selain berusaha dengan keras, beribadah semaksimal mungkin, dan hasilnya mari kita serahkan kepada Sang Maha Penentu Segalanya, Allah SWT.
Memorize Moment: Bersama crew Gesit TA. 2016/2017



Senin, 22 Agustus 2016

'Sejuk'

via: bundagawul.wordpress.com

Mentari bersinar menerangi bumi yang hijau. Rasanya aku ingin menjadi mentari itu, yang dapat memberikan kehangatan pada setiap jiwa yang tengah resah. Aku mulai hari-hariku dengan pengharapan yang besar. Berharap alam ini akan bersinergi membantuku mewujudkan asaku untuk mendapatkan kesejukan hidup.
Di mulai pada bulan Januari 2017. Catatan yang ingin aku rangkum dalam kisah sederhana. Hujan gerimis di awal tahun ini tengah membasahi rerumputan yang tengah menghijau. Membasahi pula alam yang tengah terdiam menatap langit biru.

“Hei, kamu yang duduk di situ, ngapain? Nggak lihat kalau lagi hujan gini?” pinta seorang laki-laki yang tak aku hiraukan.
Aku tengah duduk termangu di tengah taman yang menghijau. Aku lantas tak menghiraukan suara laki-laki itu. Diam itu emas untuk kali ini.
“Mbak, sebentar lagi kayaknya hujan deras lho, taman juga sepi gini, ngapain juga duduk di situ sendirian? Ayuk ikut saya berteduh!” bujuk laki-laki itu lagi yang kali ini aku dengarkan seksama.

Dia mulai mendekat ke arahku. Aku tak mengerti kenapa dia begitu peduli. Diapun tak tahu siapa aku. Apa sebenarnya yang ia inginkan.
“Mbak, ayolah berdiri. Nanti kalau sakit gimana? Hujannya semakin deras. Saya nggak mau disalahkan kalau ada orang yang pingsan di sini karena menggigil kedinginan,” pinta dia sekali lagi.
“Apa maumu? Kamu nggak kenal aku. Jangan sok pahlawan. Aku akan pergi. Jangan sok menasehati,” bentakku
padanya.


'Transition'

Be a person like now, I think need many processes.
Be a child and become teenager until adult need a long processes

Thanks a lot, there are so many expression that I’m so sorry I can’t say with verbal communications
From deeply heart, from now and last forever, your children always miss with your nice and steady advice in ever after
From deeply heart, we always pray for you
When other person, say their father and tell any more about him, 'I just say, thank you father for your powerfull until now for us. Although we can’t meet again in really world'.
There’re so many words, but I will keep them in mind and deeply heart, I was so grateful became your daughter.
The tears in every praying always be the spirit for me when recall you, father.
In ever after, I do miss you, the best powerful person. :)
Be a firm daughter or son until now, I think it’s from the struggling parents
Yes, our parents
Thank you very much father and mother

Lirih dan Sebuah Lantunan

September, 30th 2014  22.18 WIB

Aku hanya ingin bercerita sejenak dan melepaskan semua yang tersimpan dalam lubuk terdalam. Aku ingin menuliskan apa yang sedang terlukis dalam benak dan yang terpendam dalam sanubari. Aku bercerita tentang perbedaan. Perbedaan usia yang dikatakan cukup jauh, 6 tahun sebagai saudara. Aku dan kamu yang sampai detik ini belum diketahui wujud rupa lagi, gerik tawa lagi, dan sikap lagi. Aku dan kamu yang terlahir dalam satu darah. Aku bersyukur menjadi bagian dalam kehidupanmu. Aku bahagia. Bahagia yang hakiki menurut pendapatku lebih kepada menghargai sebuah kata senang, sedih, canda, dan tawa, bukan hanya senang seutuhnya.

Pelajaran berharga begitu banyak aku dapatkan darimu. Mohon maafkan aku untuk segala khilafku yang entah saat ini aku pernah mengucapnya kepadamu atau belum. Lirih, sedu linangan air yang membasahi pipi tak terelakkan lagi. Aku tengah berpikir dan merasakan bahwa harapan kembalimu masih ada. Aku merasa bahwa kehidupan lebih baik untukmu akan terwujud kelak nanti. Sebuah asa dan lantunan doa akan selalu aku, ayah, dan ibu panjatkan untukmu di setiap helaan napas kami. Keluarga semua begitu merindukan keberadaanmu ada kembali bersama kami.
Detak nadi dan aliran darah terus mewaranai kehidupan ini. Sejuta harapan itu terus aku lantunkan dan aku senaraikan dalam alam bawah sadarku. Mengingat, menyimpan, dan merasukkan semuanya ke dalam naluri. Semoga naluri ini benar. Bahwa engkau yang entah sekarang tak tahu aku-pun diam-mu yang mengisyaratkan banyak makna itu sedang berada di mana, ingatlah bahwa asa untuk mu kembali tak pernah padam. Semoga Allah menjaga-mu dan melindungi-mu dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun kondisinya. Harapan, doa, dan tulus kasih kami terus mengalir hingga nanti. Semoga Allah mendekatkanmu dengan orang yang senantiasa mengingat Allah. Amin.

deliriously, can be met again with you brother, permitted by God, deliriuosly