Jumat, 22 November 2013

Berkreasi dalam Gerakan Jemari


Kehidupan itu adalah apa yang kita pikirkan. Ketika kita berpikir sukses, bahagia, sedih, susah, semuanya bercampur aduk jadi satu. Semua berawal dari thingking. Sama halnya, dengan pagi ini yang harus dimulai dengan positive thingking, semoga selanjutnya akan terjadi segala hal yang positif. Itulah harapan.
                Ketika pagi ini dihadapkan pada suatu jadwal dan rutinitas yang harus dilakukan, lakukan saja. Seperti pagi ini, datang pada suatu forum yang sebenarnya ditunggu, dinantikan, dan segera ingin ditekuni dengan setulus hati. Iya, pelatihan penulisan. Berangkat dengan cukup tergesa-gesa untuk mengejar waktu, takut kalau akan terlambat. Tapi, benar terlambat 15 menit, namun ruangan masih terisi beberapa orang. Lega, forum belum dimulai.
                Duduk, memperhatikan sekeliling, mengobrol, masih dengan suasana yang terasa normal. Waktu bergulir, mulailah dengan berbincang dan masuk ke dalam apa yang dicari. Ketika semua mulai bertatap, bercengkerama, berkomunikasi satu sama lain, suasana mulai mencair. Ditambah dengan perkenalan yang merupakan pembuka jalan untuk mengenal satu sama lain secara sekilas, dan mengetahui karakteristik orang lain.
                Merekam waktu sejenak dengan fokus pada mendengarkan. Mendengarkan tulisan teman-teman di sekeliling yang telah dikreasikan dengan ide masing-masing. Waktu yang disediakan Ibu Firda 10 menit, iya 10 menit ini adalah pemanasan awal kami dalam mengasah gaya menulis. Banyak pemikiran yang dapat ditangkap dari apa yang rekan-rekan tuliskan. Ada yang menulis perjalanannya, kisah ujiannya, hingga dramatisasi kisah asmaranya. Iya, semuanya indah dan menakjubkan. Tepuk tangan hari ini adalah apresiasi tersendiri untuk karya yang telah kita tuangkan.
                Tak menyangka, ada 8 orang yang mengangkat tangannya untuk memberikan apresiasi yang menurut sang penulis pribadi, ini adalah hasil pemikiran sederhana. Ide mengalir, jemaripun menari dengan toots keyboard. Terimakasih rekan-rekan semua. Tak disangka, niat hari ini mendapat anugerah yang tak dinyana. Alhamdulillah, dapet buku dari Ibu Firda tentang “Writting without Teacher”. Berniat untuk mulai mengasah gaya penulisan. So far, perjumpaan hari ini, aktivitas hari ini bermakna dan berkesan. Mendalam sekali. Ingat, menulis juga merupakan gerakan jemari yang produktif. Menyehatkan ketika bisa menyeimbangkannya dengan fungsi kerja otak kita. Semoga ilmu yang didapatkan hari ini tentang “MENULIS” dapat memacu semangat untuk berkreasi dalam dunia tulisan dan kata.
                Tulisan yang mengalir dengan bertutur akan menyentuh hati. Perkataan yang akan selalu menjadi pedoman. Mengalir bagai air. Air yang jernih. Seperti ke-orisinilan tulisan yang fresh dari pemikiran pribadi. Oh ya, materi hari ini seputar menulis bebas dan menulis jurnalistik. Menulis bebas artinya menuangkan segala pikiran ke dalam tulisan tanpa batas. Inspirasi tanpa batas akan lebih indah ditulis dalam gaya ini. Untuk tulisan jurnalistik memerlukan kaidah formal dalam penulisannya, apalagi kalau bukan 5W+1H. Tulisan jurnalistik dapat berupa berita, features, dan wawancara. Silahkan berkreasi sesuai apa yang dipikirkan dan apa yang ada di hati. Semua ilmu hari ini adalah semangat sang penulis ini untuk memulai warna-warni kata dalam makna. SEMANGAT MENULIS :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar